Pertanyaan kedua disampaikan Hamartoni Ahadis. Kepala Balitbangda Lampung ini menanyakan, jika terpilih, apa langkah bakal calon rektor untuk memulihkan citra Unila di tingkat regional dan nasional.
Sementara salah seorang dosen FEB Unila menanyakan soal pembenahan internal koperasi.
Prof. Lusmelia Afiani mendapat giliran pertama untuk menanggapi pertanyaan. Menurut dia, tantangan ke depan adalah sekuat mungkin mendapatkan PTNBH dan memanfaatkan aset Unila yang tidak tersentuh, bahkan tidak difungsikan. GSG, lahan, laboraturium, termasuk hasil riset kerjasama dengan perusahaan dalam dan luar negeri.
“Kemudian melakukan perubahan. Seperti kita punya inovasi dan SDM yang akan ditonjolkan ke masyarakat. Promosikan apa yang kita punya. Di mana, hari ini di FP jurnal internasional diakui Susfoqus, kejasama pemprov. Insya Allah hubungan kerjasama dengan mengusulkan delapan program kerja yang saya buat ini. Terkait koperasi, saya akan mengevaluasi lebih dalam masih menggunakan delapan program unggulan,” urainya.
Dr. Ayi Ahadiat menjanjikan akan beristiqamah untuk mengejar PTNBH, PNBP dan UKT harus 30 persen minimal.
“Insya Allah, kalau saya ditakdirkan menjadi rektor, 30 persen terukur di tahun ke dua menjabat. Unila bukan hanya tempat bisnis, tetapi entitas pendidikan. Education and bisnis. Kita harus kreatif. Dengan strategi HAKI dan paten. Paling tidak satu dari alumni atau mitra bisnis yang harus kita capai,” ungkapnya.
Untuk pemulihan nama baik Universitas Lampung, Dr. Ayi menyimpan strategi recovery citra.RED

Selengkapnya
Lemah Pengawasan, Proyek Jalan Rp17 Miliar di Way Kanan Rusak Hanya Setahun Usai Dibangun
Temuan BPK RI! Proyek Jalan Rp 17 M Diduga Gagal Akibat Lemahnya Pengawasan PUPR Way Kanan
Warga Keluhkan Jalan Provinsi Baradatu–Banjit Rusak Parah, Minta Gubernur Terpilih Segera Bertindak