Berikutnya, stok pupuk NPK di Kabupaten Lampung Barat sebesar 1.230 ton, Lampung Selatan 379 ton, Lampung Tengah 974 ton, Lampung Timur sebanyak 2.741 ton, Lampung Utara 1.781 ton, Pesawaran dan Pringsewu 2.899 ton, Tulang Bawang 1.773 ton, dan Kota Bandar Lampung 18.657 ton. Taufiek memastikan jika seluruh pupuk bersubsidi yang didistribusikan Pupuk Indonesia kepada petani memenuhi persyaratan dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2022.
Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan), dan menggarap lahan maksimal dua hektare. Permentan 10/2022 juga menetapkan hanya sembilan komoditas yang mendapat pupuk bersubsidi, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi.
Kesembilan komoditas ini merupakan pertanian strategis yang berdampak terhadap inflasi. Sedangkan komoditas yang lain tidak lagi mendapat alokasi “Petani dapat menebus pupuk bersubsidi pada kios-kios resmi yang ditentukan untuk melayani kelompok tani setempat,” kata Taufiek.
Terakhir dia mengungkapkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung per 8 Februari 2023 mencapai 65.987 ton.Terdiri dari pupuk Urea sebanyak 41.782 ton dan NPK sebesar 24.204 ton. Realisasi ini mencapai 13% dibandingkan dengan alokasi pupuk bersubsidi 2023 untuk Provinsi Lampung, yaitu 526.550 ton.**

Selengkapnya
Tiga Bulan Tukin Belum Cair, PNS Way Kanan Pertanyakan Sikap Pemerintah Daerah
PNS Menunggu, Pemkab Diam: Tukin Way Kanan Belum Cair Saat Ramadan
Bupati Ayu Asalasiyah Buka Pasar Murah Reguler 2026, Intervensi Nyata Jaga Inflasi Daerah