Bupati Adipati Sampaikan Isu Strategis Yang Akan Dihadapi Tahun 2024

Disampaikan oleh Bupati bahwa Kecamatan Bumi Agung bedasarkan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2021 baru mencapai 0,6729 kategori berkembang, meningkat pada Tahun 2022 mencapai 0,7035 kategori berkembang, dimana saat ini terdapat 1 Kampung Mandiri, 3 Kampung Maju, dan 6 Kampung Berkembang. Capaian tersebut dinilai lebih tinggi dari nilai IDM Kabupaten Way Kanan yaitu 0,6912.

“Berbagai upaya yang telah dilakukan Pemda pada Tahun 2022 di Kecamatan Bumi Agung, antara lain Tata Kelola Pemerintahan berupa Dana Desa untuk 10 Kampung. Penanganan Kemiskinan, berupa Perlindungan Sosial meliputi PKH untuk 975 KPM. BPNT untuk 14.199 Penerima, dan Bansos Minyak Goreng untuk 1.750 penerima. Serta Pemulihan Ekonomi berupa Pelatihan Pembuatan Pakan Mandiri sebanyak 2 kali di Kampung Pisang Baru serta Pembinaan nelayan kecil di Kampung Karangan”, lanjut Bupati penerima Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudadyaan RI.

Baca Juga  Terungkap Setoran Retribusi Sampah di Bandar Lampung

Mengingat banyak dan kompleksnya berbagai persoalan pembangunan Tahun 2024, Bupati mengintruksikan kepala Kepala Kampung untuk melakukan Penyelenggaraan Pemerintahan dalam mengelola permasalahan pembangunan yang terpadu. Untuk Kampung yang belum melaksanakan penegasan dan penetapan batas Kampung juga agar terus menjadi prioritas yang bertujuan agar tertib administrasi Pemerintahan semakin baik. Demikian juga untuk Kampung yang akan melaksanakan Pilkakam Tahun 2023, agar benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik sesuai aturan dan tahapan.

“Untuk pelaksanaan Pilkakam Tahun 2023 ini agar benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik sesuai aturan dan tahapan, khusus untuk Panitia Pemilihan Kampung Saya berpesan agar bertindak secara independent jangan memihak kepada salah satu calon, karena akan memungkinkan terjadinya gugatan secara hukum. Serta Pilihlah program-program yang langsung menyentuh masyarakat tentunya yang dapat meninngkatkan produktivitas ekonomi masyarakat”, tambah Bupati Bumi Ramik Ragom.

Baca Juga  Kejati Lampung Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Remunerasi Pegawai Kejari Bandar Lampung