LAMTENG,PUWAREPOS – Seorang guru salah satu SMP di Lampung Tengah meminta keadilan dan pertolongan kepada Presiden RI dan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi pasca dirinya yang memperoleh mutasi dengan jarak hingga ratusan kilometer dari rumahnya.
Video yang belakangan viral itu, guru yang diketahui bernama Musiyatun itu menceritakan kejadian yang sedang ia alami.
Ia mengaku dizalimi karena pemindahan tugas dirinya yang jaraknya sangat jauh dari tempat ia tinggal.
Sebelum dimutasi, Musiyatun adalah guru di SMPN 1 Way Seputih, Lampung Tengah dan kemudian dimutasi ke SMPN 1 Selagai Lingga, Lampung Tengah.
“Tolong saya pak menteri, tolong saya pak presiden. Saya sebagai orang kecil orang biasa hanya sebagai guru SMP, harus menghidupi anak saya 3 orang, tetapi saat ini karena keadaan Kabupaten Lampung Tengah akan melaksanakan konferensi cabang pemilihan ketua muslimat dan saya hanya sebagai ketua muslimat kecamatan merasa terzolimi karena tidak memenuhi undangan daripada pak Camat untuk datang di Nuwo Balak,” kata Musiyatun dalam video tersebut.
Ia mengaku tidak mengetahui perihal tujuan undangan yang diberikan oleh Camat tersebut. Tiba-tiba ia mendapatkan SK mutasi tempat mengajar dari SMPN 1 Way Seputih ke SMPN 1 Selagai Lingga, dengan jarak antar keduanya hingga 100 km.
“Saya tidak tahu tujuan undangan itu untuk apa. Saya memang tidak memenuhi undangan itu, karena saya sedang merawat bapak saya yang sedang sakit di kampung, anak saya juga sakit di Bandar Lampung. Tiba-tiba saya menerima surat keputusan bahwa saya harus dipindah alihkan ke SMP 1 Selagai Lingga,” lanjutnya.

Selengkapnya
Lemah Pengawasan, Proyek Jalan Rp17 Miliar di Way Kanan Rusak Hanya Setahun Usai Dibangun
Temuan BPK RI! Proyek Jalan Rp 17 M Diduga Gagal Akibat Lemahnya Pengawasan PUPR Way Kanan
Warga Way Kanan Geger, Pria Ditemukan Tewas Penuh Luka Lebam Diduga Korban Pembunuhan