Musiyatun pun mempertanyakan alasan mutasi tersebut. Sebab, menurutnya, ia selalu bekerja dengan baik dan mengikuti aturan.
“Saya selama ini tidak pernah menyalahi dinas saya, apapun saya lakukan sesuai dengan peraturan yang ada”.
Musiyatun mengaku keberatan terkait pemindahan tugas dinas dirinya, karena menurutnya, jarak tempuh tempat tinggal dengan SMP 1 Selagai Lingga sangat jauh.
“Saya mohon pak, saya tidak mau dipindah dari jauhnya begitu 100 kilometer. Apakah bisa saya tempuh sebagai seorang perempuan, sementara saya masih punya anak SD yang harus saya lindungi setiap hari. Tolong pak, tolong saya,
Sementara itu, menanggapi video Musiyatun yang viral itu, Camat Way Seputih, Sahroni menjelaskan mutasi guru Musriyatun dipicu oleh beberapa faktor.
Salah satu faktor tersebut yakni dikarenakan banyak kegiatan Musriyatun yang dikeluhkan warga.
“Tidak hanya satu atau dua kali saja yang bersangkutan tidak melakukan koordinasi setiap kegiatan di kecamatan (Way Seputih) dan kampung di Way Seputih,” katanya, Rabu (8/3).
Akibat tidak adanya koordinasi, sejumlah kepala kampung di Way Seputih membuat surat laporan keresahan dan keberatan kepadanya.
“Enam kepala kampung di Way Seputih resah dengan aktivitas Musriyatun yang menggelar pengajian di kampung tanpa mengkonfirmasi mereka satu kali pun,” ucapnya.
Selain itu, kata Sahroni, Musriyatun yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga sering mengadakan kegiatan yang melibatkan politik praktis.
“Kegiatan pengajian yang digelar oleh yang bersangkutan banyak melibatkan pengurus partai (politik) tertentu, sehingga itu bertentang dengan status (netralitas) dia sebagai ASN,” ujarnya.**

Selengkapnya
Lemah Pengawasan, Proyek Jalan Rp17 Miliar di Way Kanan Rusak Hanya Setahun Usai Dibangun
Temuan BPK RI! Proyek Jalan Rp 17 M Diduga Gagal Akibat Lemahnya Pengawasan PUPR Way Kanan
Warga Way Kanan Geger, Pria Ditemukan Tewas Penuh Luka Lebam Diduga Korban Pembunuhan