Selain itu, beberapa jurnalis juga memiliki risiko yang lebih tinggi karena meliput isu-isu yang sensitif atau kontroversial, yang seringkali melibatkan kepentingan berbagai pihak termasuk kepentingan korporasi atau pemerintah.
“Padahal penting bagi pemerintah dan publik untuk terus memperjuangkan dan menjaga kebebasan pers dan hak jurnalis untuk melaksanakan tugasnya secara aman dan terlindungi. Jurnalis dan media juga perlu memperkuat standar etika dan profesionalisme dalam karya jurnalistiknya guna meningkatkan kualitas serta melindungi diri dari risiko intimidasi,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menegur wartawan yang tengah meliput kegiatannya saat membuka acara Sosialisasi dan Pembinaan Pelayanan Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji 2023 di Hotel Springhill Golden Tulip, Bandar Lampung, pada Senin (15/5) kemarin.
Awalnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tengah memberikan arahan kepada para petugas haji dan meminta untuk mendengarkan dirinya saat memberikan sambutan.
Tak lama usai memberikan pernyataan seperti itu, Arinal kemudian menegur salah seorang wartawan televisi nasional yang tengah berada di dalam ruangan tersebut.
“Jangan diviralin dulu, hapus semua,” ucap Arinal sambil menunjuk wartawan.Saya sudah lagi pusing saya, sebentar-sebentar viralin, sebentar-sebentar diviralin. Jangan kamu nyatet-nyatet gubernur marah, karena ini itu, jadi netizennya. Ini semua saudara-saudara saya sendiri kok, jadi kamu awas ya,” kata Arinal.*

Selengkapnya
Lemah Pengawasan, Proyek Jalan Rp17 Miliar di Way Kanan Rusak Hanya Setahun Usai Dibangun
Temuan BPK RI! Proyek Jalan Rp 17 M Diduga Gagal Akibat Lemahnya Pengawasan PUPR Way Kanan
Warga Way Kanan Geger, Pria Ditemukan Tewas Penuh Luka Lebam Diduga Korban Pembunuhan