Sunat Massal Meriahkan Negeri Agung, 121 Anak Dikhitan, Termasuk Dua Mualaf

Way Kanan, – Suara tawa, haru, dan semangat memenuhi halaman Rumah Dinas Camat Negeri Agung pagi ini. Sebanyak 121 anak, termasuk dua mualaf, mengikuti sunat massal gratis yang digelar oleh Dr. Hi. Sulpakar, M.M, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan sosial ini tak hanya mengusung nilai keagamaan, tetapi juga menebar manfaat kesehatan dan solidaritas sosial.

Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked, Kapolres Way Kanan Adanan Mangopang, Kadis Kesehatan, Camat Negeri Agung Hepi Haryanto, S.E, serta jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para kepala kampung se-Kecamatan Negeri Agung.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong ASN Miliki Jiwa Pemimpin dan Kompetensi Digital Lewat Pelatihan Kepemimpinan Administrator

Khitan: Kewajiban Agama, Ikhtiar Kesehatan

Dalam sambutannya, Dr. Sulpakar menegaskan bahwa sunat bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari kewajiban agama bagi anak laki-laki yang telah baligh. “Khitan adalah ajaran Nabi Muhammad SAW. Dari sisi medis pun, ini penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir. “Saya bahagia melihat semangat orang tua dan anak-anak hari ini. Semoga yang dikhitan tumbuh menjadi anak soleh, penyejuk hati orang tua, dan berguna bagi bangsa,” tambahnya.

Baca Juga  Arinal Luncurkan Beras Medium Berjaya, Mendag Zulhas Apsesiasi Surplus Produksi Beras Lampung

Bupati Ayu: Solusi Nyata Bagi Keluarga Tak Mampu

Sementara itu, Bupati Ayu Asalasiyah memberikan dukungan penuh atas program sunat massal ini. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam kehidupan rakyat. Kesehatan anak-anak kita harus jadi prioritas, namun tetap tidak meninggalkan nilai-nilai agama,” tuturnya.

Dua Mualaf Ikut Dikhitan, Dapat Uang Saku dan Fasilitas Lengkap

Dari total peserta, dua di antaranya merupakan warga mualaf yang turut mendapatkan fasilitas sunat gratis beserta uang saku. Hal ini menjadi simbol bahwa kegiatan ini juga menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang dengan semangat inklusif.

Baca Juga  Ratusan Juta Dana APBD untuk Ikon Way Kanan, Kini Ditinggalkan dan Tak Terawat

Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, mempererat hubungan antarwarga, dan menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Lampung.(sp/as/zp)