Jalan Rusak di Lingkar Pemda Way Kanan, Simbol Janji yang Tak Pernah Tuntas

Blambangan Umpu — Jangankan jalan rusak di pelosok daerah bisa dipantau lalu diperbaiki, kerusakan jalan di depan mata di Jalan komplek pemerintahan dan akses menuju Kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Way Kanan sudah 3 periode ini tak kunjung diperbaiki,(05/07)

Di saat teknologi memudahkan pemantauan jalan rusak hingga pelosok negeri, ironi justru terjadi di jantung pemerintahan Kabupaten Way Kanan. Jalan utama menuju Kompleks Perkantoran Pemkab rusak parah, seolah menjadi potret diam dari janji-janji pembangunan yang tak kunjung ditepati.

Baca Juga  BUMN PT Pertamina Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan

Aspal mengelupas, lubang-lubang menganga hingga sedalam 15 sentimeter, bergelombang seperti medan off-road. Bukan di ujung kampung terpencil melainkan tepat di depan kantor para pengambil keputusan.

“Kalau tidak ekstra hati-hati, bisa jatuh kapan saja. Saya sudah pernah jatuh, karena lubangnya dalam sekali,” tutur Beni, seorang pedagang keliling yang saban hari melintasi kawasan lingkar pemda. Suaranya pelan, tapi nada kecewanya jelas.

Kondisi ini bukan hal baru. Warga setempat mencatat, jalan poros itu tak pernah benar-benar diperbaiki secara menyeluruh selama tiga periode kepemimpinan bupati. Tiga periode. Tapi jalan rusak itu tetap setia menunggu perhatian yang tak pernah datang.

Baca Juga  Dandim 0426 TB, Didampingi Ketua Persit KCK, Hadiri Acara Tradisi Penerimaan Warga Baru Dan Serah Terima Jabatan Dijajaran Korem 043/Gatam

Zulana Putra, warga Blambangan Umpu, tak bisa menyembunyikan kekesalannya.
“Sudah tiga kali ganti bupati, jalan ini begitu-begitu saja. Bagaimana mau urus jalan di kampung kalau jalan di depan mata saja dibiarkan? Ini kan akses utama ke kantor bupati, masa tidak malu kalau tamu dari luar lewat sini?” ujarnya geram.

Zulana menyampaikan harapan yang terdengar sederhana tapi dalam maknanya: agar pemerintah tidak sekadar sibuk membuat janji baru, tetapi menyelesaikan “pekerjaan rumah” yang sudah menumpuk bertahun-tahun.

Baca Juga  Diduga Rusak Puluhan Batang Kelapa Sawit, Dua Pelaku Ditangkap Tim TEKAB 308 Polres Way Kanan

“Perbaiki dulu jalan ini. Buktikan, kalau ibu kota kabupaten ini memang layak jadi pusat pemerintahan.”

Sementara jalan-jalan berlubang di tengah pusat pemerintahan terus dilalui setiap hari oleh pegawai, warga, bahkan para tamu dari luar daerah lubang-lubang itu seperti metafora yang terus mengingatkan: pembangunan bukan hanya soal membangun yang jauh, tapi merawat yang ada di depan mata.(Eng/sp/zp)