Blambangan Umpu — Warga Kabupaten Way Kanan digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial EF yang meninggal dunia dengan kondisi penuh luka lebam di sekujur tubuhnya. Korban dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Handayani, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, pada Kamis malam (9/10/2025).
Kabar duka ini pertama kali diterima oleh Mustar, ayah korban, melalui sambungan telepon dari seseorang yang memberitahukan bahwa anaknya telah meninggal dunia.
“Mendapat kabar itu, saya langsung menuju RS Handayani untuk memastikan kebenarannya. Sesampainya di sana, benar anak saya telah terbujur kaku di kamar jenazah dengan banyak lebam di tubuhnya,” ungkap Mustar saat diwawancarai pada Jumat (10/10/2025).
Merasa ada kejanggalan, Mustar pun berupaya mencari tahu lokasi pertama kali anaknya ditemukan. Berdasarkan informasi yang ia terima, korban EF pertama kali ditemukan di Kampung Panca Negeri, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.
“Saya menduga anak saya dibunuh secara sadis dan tanpa perikemanusiaan melihat luka-luka di sekujur tubuhnya,” ujar Mustar dengan nada haru.
Ia menegaskan bahwa keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Way Kanan untuk dilakukan penyelidikan mendalam. Mustar juga membantah keras isu yang beredar bahwa anaknya tewas akibat amukan massa.
“Saya pastikan anak saya adalah korban pembunuhan. Saya mohon kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas dan menangkap semua pelaku yang terlibat,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Way Kanan AKBP Adnan Marpaung melalui KBO Reskrim Polres Way Kanan, Hi. Runci, membenarkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki dugaan kasus pembunuhan di wilayah Kecamatan Umpu Semenguk dengan korban berinisial EF.
“Benar, beberapa hari yang lalu diduga telah terjadi peristiwa pembunuhan di Kecamatan Umpu Semenguk dengan korban EF. Hingga saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban,” jelas Hi. Runci, Minggu (12/10/2025).
Ia juga mengimbau keluarga korban untuk bersabar dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
“Kami memahami duka keluarga korban. Polisi terus bekerja maksimal agar kasus ini segera terungkap,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum mengungkapkan hasil autopsi maupun identitas terduga pelaku. Kasus ini kini menjadi perhatian serius masyarakat Way Kanan yang berharap keadilan segera ditegakkan bagi korban EF.(eeng)

Selengkapnya
Lampung Resmi Larang Study Tour ke Luar Daerah, Sekolah yang Nekat Bakal Kena Sanksi
Bentuk Kepedulian, Kalapas Way Kanan Syarpani Bagikan Sandang Pangan Kepada Warga Binaan
Pemprov Lampung Gelar Pengajian Akbar Peringatan Isra Mi’raj dan Sambut Bulan Suci Ramadhan