Indeks Desa Gunung Labuhan Lampaui Rata-Rata Kabupaten, Bupati Tekankan Peningkatan Kampung Berkembang

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Gunung Labuhan, Senin (09/02/2026), di Aula Kecamatan Gunung Labuhan.

Bupati Ayu menegaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan forum strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah, sekaligus bagian dari pelaksanaan RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2025–2029. Melalui forum ini, usulan prioritas masyarakat dihimpun dan diselaraskan untuk penyusunan RKPD Tahun 2027, sehingga program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengedepankan evaluasi capaian Indeks Desa (ID) Tahun 2025 sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan di tingkat kampung. Berdasarkan data pemutakhiran, rata-rata Nilai Indeks Desa Kecamatan Gunung Labuhan mencapai 81,57, berada di atas rata-rata kabupaten sebesar 77,67. Capaian ini menunjukkan kinerja yang baik dan patut diapresiasi.

Baca Juga  RSUDAM Lampung Siap Hadapi Mudik Lebaran, 400 Nakes Disiapkan hingga Pendirian Posko Lebaran

Dari 22 kampung yang ada, sebanyak 11 kampung telah berstatus Mandiri dan 7 kampung berstatus Maju. Namun demikian, masih terdapat 4 kampung berstatus Berkembang yang perlu mendapat perhatian dan intervensi program secara lebih terarah. Capaian tertinggi diraih Kampung Way Tuba dengan skor 91,50, disusul Kampung Gunung Baru dengan skor 89,83.

Menurut Bupati, peningkatan status desa bukan sekadar angka, melainkan mencerminkan kualitas pelayanan dasar, ketahanan sosial, pertumbuhan ekonomi, serta tata kelola pemerintahan di tingkat kampung. Oleh karena itu, Musrenbang harus menjadi momentum untuk menyusun langkah konkret dalam mendorong kampung berstatus Berkembang agar naik menjadi Maju bahkan Mandiri.

Baca Juga  Upacara HUT Ke-80 RI, Pemkab Way Kanan Teguhkan Semangat Persatuan Dan Cinta Tanah Air

Selain menyoroti Indeks Desa, Bupati Ayu juga memberikan arahan khusus terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Camat dan seluruh Kepala Kampung diminta meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan, khususnya dalam mengantisipasi banjir.

Seluruh aparatur kampung bersama masyarakat dihimbau untuk aktif bergotong royong melakukan normalisasi saluran drainase, memastikan fungsi embung desa berjalan optimal, serta menjaga kebersihan lingkungan. Langkah preventif ini dinilai penting untuk melindungi keselamatan warga dan meminimalkan kerugian terhadap aset masyarakat.

Di samping itu, Bupati juga menekankan pentingnya gerakan penghijauan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mengantisipasi dampak perubahan iklim. Penanaman pohon di area kritis perlu kembali digalakkan agar pembangunan ekonomi yang dijalankan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Baca Juga  Sunat Massal Meriahkan Negeri Agung, 121 Anak Dikhitan, Termasuk Dua Mualaf