BANDARLAMPUNG, PUWAREPOS – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menahan tiga tersangka oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Selasa 14 Maret 2023 sore.
Ketiga tersangka itu yakni LN (Bendahara Pengeluaran), BR (Kaur Kepegawaian, Keuangan dan PNBP), serta SR (Operator SIMAK BMN). Mereka ditahan oleh penyidik Kejati Lampung.
Pantauan Selasa sore, ketiga tersangka mengenakan rompi warna merah muda keluar dari gedung Pidsus Kejati Lampung.
Mereka kemudian dibawa ke mobil tahanan Kejati Lampung. Tak ada komentar yang diberikan ketiga tersangka ini. Raut wajah mereka memperlihatkan kesedihan.
Penahanan ini dilakukan pasca ketiga oknum pegawai Kejari Bandar Lampung itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan kinerja atau tukin dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 4,1 miliar.
Aspidsus Kejati Lampung Hutamrin mengatakan, penahanan ketiga tersangka ini dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum yang berkeadilan.
Kejati, tegas Hutamrin, tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum, meskipun ketiga tersangka merupakan ASN di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.
“Kami pada hari ini telah melakukan penahanan terhadap anak kami sendiri, suka tidak suka, senang tidak senang bahwa kami diperintahkan untuk melakukan penegakan hukum,” kata Aspidsus Kejati Lampung Hutamrin kepada wartawan.
Ketiga tersangka ditahan berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan kinerja (tukin) dan remunerasi di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.
Hutamrin meminta dukungan dari masyarakat Lampung. “Agar kami dapat tetap menjalankan tugas kami sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Hutamrin menerangkan, pertimbangan penahanan ini dilakukan oleh penyidik demi kepentingan penegakan hukum selanjutnya.
“Landasan aturan untuk melakukan penahanan antara lain adalah perkara dengan ancaman hukuman lima tahun ke atas dapat ditahan, kemudian pertimbangan jaksa penyidik demi kepentingan penegakan hukum selanjutnya,” terangnya. *

Selengkapnya
Lemah Pengawasan, Proyek Jalan Rp17 Miliar di Way Kanan Rusak Hanya Setahun Usai Dibangun
Temuan BPK RI! Proyek Jalan Rp 17 M Diduga Gagal Akibat Lemahnya Pengawasan PUPR Way Kanan
Warga Way Kanan Geger, Pria Ditemukan Tewas Penuh Luka Lebam Diduga Korban Pembunuhan