Korban Human Trafficking Lampung Ingin Pulang

PUWAREPOS.COM,LAMPUNG, – Pulang. Hanya itu keinginan Bunga. Anak baru gede (ABG), salah satu korban human trafficking di Bandar Lampung.

Usianya belum genap 14 tahun. Namun Bunga harus mengalami trauma mendalam. Di sekap. Dipaksa melayani laki-laki hidung belang.

”Pulang” kata Bunga.

Pulang ke bedeng yang disewa sang kakek, di kawasan  Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.

Sejak Kamis 11 Agustus, Bunga berada di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM).  

Baca Juga  Bandar Narkoba di Tulang Bawang Ditangkap Aparat TNI

Agus Bhakti Nugroho, sosok pengacara yang mendampinginya. Yang ikut membongkar kasus ini.

Melapor ke polisi. Ikut menyelamatkan lima remaja dari lokasi peyekapan di sebuah penginapan.

Lelaki ini juga yang mendampingi Bunga menjalani pemeriksaan. Termasuk bolak balik dari rumah sakit ke Polresta Bandar Lampung, Jumat 12 Agustus 2022.

Pun ketika Agus Bhakti Nugroho menyampaikan sejumlah bukti ke Polresta Bandar Lampung, Jumat siang 12 Agustus 2022 

Bunga ‘diamankan’. Di dalam mobil. Tak bisa ditemui. Remaja itu masih trauma.

Baca Juga  Korban Penggandaan Uang Segera Dibawa ke Lampung

Bunga, tidak hanya trauma karena menjadi korban human trafficking. Ia sudah lama menderita. Tak berdaya.

Orang tuanya berpisah. Sang ibu bekerja di Jakarta dan belum kembali.

Ayahnya, seorang pekerja serabutan. Menikah lagi. Kini tinggal bersama dua adik Bunga.

Bunga tidak memiliki pilihan. Ia tinggal bersama kakek neneknya di sebuah bedeng.

Sang kakek harus banting tulang. Memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menyisihkan uang bayar sewa. Rp 500 ribu per bula

Pada 2019 lalu, Bunga sempat duduk di bangku SMP. Pandemi Covid-19 membuat pendidikannya terhenti.

Baca Juga  Wanita Asal Lamtim diduga Tipu Warga Hingga Puluhan Juta

Tidak ada ponsel untuk membantunya mengikuti pembelajaran dalam jaringan. Itu salah satu alas an ia tak lagi sekolah.

Lantas Bunga terjebak. Entah karena iming-iming atau keadaan.

Sadar atau tidak. Ia mengikuti lelaki yang kemudian menjadikannya umpan kepada lelaki hidung belang.