BLAMBANGAN UMPU — Ratusan masyarakat adat Dusun 1, Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, kembali turun ke jalan pada Minggu (2/11/2025). Namun kali ini bukan untuk aksi unjuk rasa, melainkan aksi gotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah secara swadaya.
Aksi warga ini dilakukan karena kondisi jalan yang menghubungkan kampung mereka dengan ibu kota Way Kanan kian memprihatinkan. Padahal, akses sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu merupakan satu-satunya jalur utama bagi warga untuk beraktivitas ke pasar, sekolah, hingga fasilitas kesehatan di kota.
Helmi, salah satu warga Dusun 1, mengatakan langkah perbaikan swadaya ini dilakukan karena tidak ada perhatian dari pemerintah, meski laporan sudah berkali-kali disampaikan.
“Kalau kami tidak turun langsung memperbaiki, kami khawatir kerusakannya makin parah. Sementara jalan ini satu-satunya akses menuju ibu kota Way Kanan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/11).
Helmi berharap Bupati Way Kanan dan DPRD Kabupaten bisa turun langsung meninjau kondisi lapangan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Sudah beberapa kali kami laporkan baik ke pemerintah desa maupun ke kabupaten, tapi belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Kami berharap lewat pemberitaan ini, pemerintah bisa segera memperhatikan jalan kami,” tambahnya.
Dari hasil pantauan wartawan di lokasi, ratusan kepala keluarga (KK) mengandalkan ruas jalan tersebut untuk aktivitas harian seperti membawa hasil panen, mengantar anak ke sekolah, dan transportasi barang kebutuhan pokok.
Padahal, jarak antara Kampung Gunung Sangkaran dengan pusat pemerintahan Kabupaten Way Kanan hanya sekitar 20 kilometer, namun kondisi infrastrukturnya sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan signifikan.
Lubang besar, genangan air, dan jalan berbatu membuat kendaraan warga kerap terjebak, terutama di musim hujan. Akibatnya, perekonomian masyarakat pun ikut terganggu.
Masyarakat Gunung Sangkaran berharap agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur pedesaan yang vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga. Mereka menilai perhatian terhadap wilayah pelosok harus seimbang dengan pembangunan di pusat kota.
“Kami tidak minta yang muluk-muluk, cukup jalan kami bisa dilalui dengan layak. Ini jalan hidup kami,” tutup Helmi dengan nada harap.(eeng)

Selengkapnya
Tiga Bulan Tukin Belum Cair, PNS Way Kanan Pertanyakan Sikap Pemerintah Daerah
PNS Menunggu, Pemkab Diam: Tukin Way Kanan Belum Cair Saat Ramadan
Bupati Ayu Asalasiyah Buka Pasar Murah Reguler 2026, Intervensi Nyata Jaga Inflasi Daerah