Kunker DPRD Way Kanan ke Batam Disorot, Warga Nilai Hamburkan Uang Rakyat dan Minim Manfaat

Blambangan Umpu – Perjalanan dinas atau kunjungan kerja (kunker) sejumlah anggota DPRD Kabupaten Way Kanan ke Kota Batam beberapa hari lalu menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kegiatan yang menggunakan anggaran daerah itu dinilai hanya menjadi ajang jalan-jalan berkedok tugas negara, sementara manfaat nyata bagi masyarakat belum terlihat jelas.

Kritik tersebut mencuat lantaran setiap agenda kunjungan luar daerah disebut-sebut menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Ironisnya, di tengah berbagai persoalan daerah yang masih membutuhkan perhatian serius, penggunaan uang rakyat untuk perjalanan dinas dianggap tidak memiliki urgensi yang jelas.

Baca Juga  Operasi Ketupat Krakatau 2026, Kapolres Dampingi Bupati Way Kanan Tinjau Pos Pam Lebaran

“Kalau hasilnya nyata untuk masyarakat, tentu kami mendukung. Tapi selama ini masyarakat hanya dengar berangkat, pulang, habis itu tidak tahu apa hasilnya. Jangan sampai ini hanya wisata berkedok kunker,” ujar salah seorang warga Way Kanan yang enggan disebutkan namanya, Selasa (5/5/2026).

Warga lainnya juga mempertanyakan transparansi anggaran perjalanan tersebut. Menurut mereka, publik berhak mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan, siapa saja yang ikut, serta apa hasil konkret yang dibawa pulang dari kunjungan ke Batam tersebut.

“Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Jadi wajib dibuka ke publik. Jangan hanya berangkat ramai-ramai, tapi rakyat tidak pernah tahu manfaatnya apa,” tegas seorang tokoh masyarakat Blambangan Umpu.

Baca Juga  Idul Adha 1446 H, Polres Way Kanan Gelar Salat Bersama dan Penyembelihan Hewan Kurban

Seperti diketahui, kunjungan kerja ke Kota Batam itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Way Kanan, Rial Kalbadi, serta didampingi beberapa anggota dewan lainnya. Seluruh kegiatan tersebut diduga menggunakan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Way Kanan.

Sekretaris DPRD Way Kanan, Indra, membenarkan adanya kunjungan kerja tersebut. Ia menyebut rombongan memang dipimpin langsung Ketua DPRD Way Kanan. Namun saat ditanya mengenai total anggaran yang digunakan, ia enggan memberikan penjelasan rinci.

Sikap tertutup ini justru memunculkan kecurigaan publik. Masyarakat menilai, di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi yang belum stabil, DPRD seharusnya memberi contoh pengelolaan keuangan yang transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga  Sekretaris Daerah Kabupaten, Saipul, S.Sos.,M.IP selaku Pembina Apel Bulanan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan

“Jalan rusak masih banyak, pelayanan kesehatan belum maksimal, lapangan kerja sulit. Tapi wakil rakyat malah sibuk kunker ke luar daerah. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” kata warga lainnya.

Kini publik menunggu penjelasan resmi dari DPRD Way Kanan terkait tujuan, hasil, serta rincian biaya kunjungan kerja tersebut. Jika tidak dijelaskan secara terbuka, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dikhawatirkan semakin merosot.(eng)