Atraksi Politik! Nasdem Dukung Tokoh Oposisi, Tapi Enggan Pisah dari Jokowi

PUWAREPOS – Paloh mengatakan, Jokowi sampai hari masih dianggap partainya sebagai presiden Partai Nasdem. Nasdem pun terus menunjukkan dukungan terhadap pemerintahan, lewat berbagai upaya yang sejalan dengan roda administrasi pemerintahan pimpinan Jokowi.

Bagi Paloh, Jokowi merupakan seorang sahabat. Dia ingin Nasdem menjadi sahabat sejati Jokowi yang setia dalam suka dan duka sampai akhir. Harapan yang sama pun dikatakan Paloh ada pada sikap Jokowi. Pimpinan Partai Nasdem itu tak ingin presiden mendepak partainya dari barisan koalisi pendukung pemerintahan.

“Lain halnya kalau memang sungguh-sungguh sahabat Nasdem, Presiden Joko Widodo ini menyatakan ‘selamat tinggal Nasdem, saya tidak butuh Anda’, itu lain halnya. Kalau itu yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, aaaahh. Itu bukan keinginan kita. Itu bukan harapan kita,” kata Paloh.

Baca Juga  Berdedikasi terhadap Pemberantasan Korupsi, Sekdaprov Lampung Terima Penghargaan dari KPK

“Dan itu adalah kemenangan bagi mereka yang memang tak menginginkan terjaganya stabilitas nasional untuk tetap melanjutkan upaya-upaya pembangunan yang sedang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo,” lanjutnya.

Meski demikian, Paloh mengaku sadar dan menyerahkan sepenuhnya nasib Nasdem di Koalisi Indonesia Maju ke tangan Jokowi. Karena perihal ini merupakan kewenangan presiden.

“Tapi sekarang terserah, bola ini ada di tangan Presiden Jokowi,” katanya.

Sementara itu, baru-baru ini isu
reshuffle terhadap menteri-menteri Nasdem kembali mencuat. Secara terang-terangan PDIP menyatakan, partainya meminta agar agar dua menteri asal Nasdem, yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut) Siti Nurbaya Bakar, dievaluasi.
.
Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, evaluasi sangat diperlukan demi memastikan para menteri bekerja baik menuntaskan janji-janji kampanye Presiden Jokowi.

Baca Juga  Bakal Berlaku 20 Maret, Luhut Sampaikan Pengumuman Penting Bagi Rakyat Indonesia, Wajib Tahu, Simak!

“Mentan dievaluasi, Menhut dievaluasi, Menteri Kehutanan ya, harus dievaluasi, semua menteri juga harus dievaluasi. Supaya apa? Supaya ada satu darah baru yang segar, yang bisa mendukung penuh kebijakan Pak Jokowi,” kata Djarot di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (23/12/2022).

Jokowi sebelumnya memang sempat mengisyaratkan terbukanya peluang perombakan kabinet.

Namun, merespons usulan PDI-P, mantan Wali Kota Solo tersebut tak bicara banyak. Dia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan awak media.

“Clue-nya, ya udah” kata Jokowi sambil berjalan meninggalkan wartawan usai meresmikan pengembangan tahap 1 Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin,*

Baca Juga  Tanggapi Penangkapan Tersangka Korupsi, Presiden: KPK Sudah Punya Fakta dan Bukti