Menjelang Hari Bhayangkara ke-79, Polres Way Kanan Gelar Lomba Pangan Bergizi: Dari Pekarangan, Untuk Negeri

WAY KANAN – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Way Kanan menggelar Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang penuh semangat di dua titik awal penilaian: Polsek Blambangan Umpu dan Polsek Baradatu, Kamis (5/6/2025).

Dipimpin langsung oleh Wakapolres Way Kanan, Kompol Iwan Setiawan, tim penilai dari Satbinmas dan Bag SDM Polres turun ke lapangan, menelusuri lorong-lorong pekarangan yang disulap menjadi sumber kehidupan. Tak sekadar lomba, ini adalah panggung ketahanan pangan di tengah riuhnya dunia yang semakin tidak pasti.

“Ini bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi wujud nyata komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar Kompol Iwan.

Lima aspek utama menjadi penilaian lomba, mulai dari ketersediaan lahan, keberagaman tanaman lokal, proses pembibitan hingga keberlanjutan manfaat sosial dan ekonomi. Di tengah kompetisi, tersirat pesan kolaborasi dan harapan baru.

Baca Juga  Tiga Besar Hasil Seleksi Sekda Way Kanan 2025 Diumumkan Resmi

Pekarangan Jadi Ladang Harapan

Di Polsek Baradatu, lahan milik Jumakir di Kampung Bumi Merapi jadi bukti nyata. Bersama Bhabinkamtibmas, mereka menanam cabai, pare, daun bawang, labu, jahe, hingga kunyit. Tak hanya tanaman, mereka juga mengembangkan sumber protein hewani: ikan, ayam petelur, dan mentok. Sebuah ekosistem mandiri dalam sekotak tanah.

Sementara itu, Polsek Blambangan Umpu menghadirkan cerita lain. Di Dusun 1 dan 2 Kampung Sriwijaya, lahan milik Tri Atmojo, Istiarto, Sulis, dan Kardi ditanami terong, tomat, jagung, kemangi hingga kacang tanah. Mereka juga memelihara sapi dan ikan, menegaskan bahwa pangan tak harus bergantung pada pasar.

Baca Juga  Way Kanan Dikepung Tambang Ilegal, DPRD Pilih Diam Seribu Bahasa! Jangan Jangan ?

Polri Hadir di Tengah Pangan Rakyat

Lomba ini baru permulaan. Polsek lain dalam jajaran Polres Way Kanan dijadwalkan menyusul untuk dinilai. Harapannya, semangat ini menular, menjangkau setiap lapisan masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal perut, tapi soal masa depan. Dan Polri siap menjadi bagian dari masa depan itu,” tutup Kompol Iwan dengan penuh harap.