Way Kanan Akan Sambut Kemerdekaan di Lapangan yang Tak Merdeka dari Ketelantaran

Way Kanan – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus mendatang, suasana semarak mulai terasa di berbagai daerah. Pemerintah pusat hingga kabupaten sibuk mempersiapkan upacara dan rangkaian kegiatan perayaan. Namun, di Kabupaten Way Kanan, ada pemandangan yang justru memunculkan rasa prihatin sekaligus keheranan.

Lapangan Pemkab Way Kanan, yang menjadi pusat berbagai kegiatan resmi, termasuk upacara HUT RI, kini kondisinya memprihatinkan. Pondasi panggung utama roboh, rerumputan tumbuh liar, dan fasilitas terlihat lusuh tak terawat. Bagi mata yang memandang, kondisi ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan simbol kelalaian dalam merawat wajah daerah.

Baca Juga  MWCNU Gula gelar Halal Bihalal dan Raker

NV, warga yang rutin berolahraga di lapangan tersebut, mengaku miris. “Sering dipakai untuk acara, tapi kondisinya begini-begini saja. Tidak ada perubahan, malah makin rusak,” ujarnya.

Senada, Zulana Putra, warga Blambangan Umpu, menilai keadaan ini memalukan jika tetap digunakan untuk upacara sakral HUT RI.

“Lapangan pemda itu satu-satunya tempat resmi di lingkungan pemerintah kabupaten. Kalau kondisinya seperti ini, kesannya kita tidak menghargai momen bersejarah,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan. Mereka menginginkan lapangan ini kembali menjadi kebanggaan, bukan bahan cibiran. “Harapan kami, sebelum 17 Agustus, sudah ada langkah nyata. Jangan sampai momen kemerdekaan kita tercoreng hanya karena lalai merawat fasilitas,” tambah Zulana.

Baca Juga  Musrenbang Kecamatan Way Tuba, Bupati Adipati Serahkan Hibah Barang Milik Daerah

Kini, waktu terus berjalan. Apakah Pemkab Way Kanan akan membiarkan lapangan kebanggaannya tetap lusuh saat menjadi sorotan di hari kemerdekaan? Atau justru bangkit membuktikan bahwa mereka peduli pada simbol-simbol penting daerah? Semua mata akan tertuju ke sana.(Eeng)