Diduga Tercemar Limbah PT Pesona Sawit Makmur, Air Way Tahmi Menghitam dan Berbau

WAY KANAN – Kondisi aliran Way Tahmi di wilayah Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, air sungai dilaporkan berubah warna menjadi kehitaman dan menimbulkan bau tak sedap.

Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas limbah dari PT Pesona Sawit Makmur (PSM), perusahaan yang beralamat di Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu.

Dugaan itu disampaikan warga setelah melihat perubahan kondisi air Way Tahmi yang dinilai tidak seperti biasanya. Bahkan, warga mengaku khawatir menggunakan atau bersentuhan langsung dengan air tersebut.

Salah seorang warga, Rasudin, mengatakan perubahan warna air Way Tahmi cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, selain terlihat menghitam, air juga mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Baca Juga  Cekcok, Remaja di Tanggamus Tusuk Temannya Hingga Tewas

“Air Way Tahmi diduga tercemar limbah PT PSM hingga membuat air menghitam dan menimbulkan bau tak sedap,” ujar Rasudin kepada wartawan.

Ia juga mengungkapkan, ketika kulit terkena air tersebut, muncul rasa gatal. Kondisi itu membuat masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan penyebab perubahan kualitas air Way Tahmi.

“Kami berharap pemerintah dapat merespons persoalan ini. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, tentu sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Sorotan warga tersebut kini menimbulkan pertanyaan yang perlu dijawab melalui pemeriksaan secara objektif: apa penyebab air Way Tahmi berubah menjadi hitam dan berbau?

Baca Juga  Aparat Diam, Cukup! Tokoh Adat Akan Datangi Bupati Way Kanan Demi Selamatkan Alam

Untuk memastikan dugaan tersebut, diperlukan pemeriksaan atau uji laboratorium terhadap sampel air serta penelusuran terhadap sumber aliran yang masuk ke Way Tahmi. Dengan demikian, penyebab perubahan warna dan bau air dapat diketahui berdasarkan data ilmiah, bukan sekadar dugaan.

Sementara itu, pihak PT Pesona Sawit Makmur memberikan bantahan. Seorang karyawan perusahaan bernama Menardi mengatakan perubahan warna air Way Tahmi bukan disebabkan oleh limbah perusahaan.

Menurut Menardi, selama musim kemarau, perusahaan tidak membuang limbah ke sembarang tempat.

Baca Juga  Kereta Api Tabrak Pengendara Motor di Rajabasa

“Selama kemarau, PT tidak membuang limbah ke mana pun,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi kepada Humas PT Pesona Sawit Makmur belum mendapatkan jawaban.

Persoalan ini kini menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar aliran Way Tahmi. Warga berharap pemerintah maupun instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan dan pengujian kualitas air guna memastikan kondisi sebenarnya.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya pencemaran, masyarakat tentu membutuhkan langkah penanganan yang jelas. Namun jika tidak ditemukan keterkaitan dengan aktivitas perusahaan, sumber perubahan kualitas air juga perlu segera diungkap agar keresahan warga tidak berlarut-larut.(red)