Inilah Penyebab Partai Ummat Gagal Ikut Pemilu 2024, Amien Rais Perlu Tahu

PUWAREPOS.COM – KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan bahwa Partai Ummat tidak pernah menyampaikan pernyataan keberatan saat rekapitulasi hasil verifikasi di tingkat provinsi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner KPU Idham Holik.

“Saya bertanya kepada rekan-rekan di dua KPU provinsi tersebut, apakah ada keberatan dari LO (liaison officer) Partai Ummat pada saat rekapitulasi hasil verifikasi faktual di tingkat provinsi,” kata Idham kepada wartawan, Kamis (15/8).

Baca Juga  Gerakan ASRI Way Kanan, Bupati Ajak Masyarakat Tanam Pohon dan Jaga Lingkungan Berkelanjutan

“Mereka menyampaikan tidak ada keberatan,” lanjutnya.

Harusnya, jika Partai Ummat merasa ada hak-haknya yang terlanggar dalam proses verifikasi di lapangan, mereka menyampaikan keberatan saat rekapitulasi hasil verifikasi tingkat kota/kabupaten dan provinsi.

“Surat keberatan itu hanya disampaikan di tingkat KPU RI. Di tingkat kabupaten dan kota, di tingkat provinsi, itu tidak ada keberatan,” tegas Idham.

Idham menyebutkan KPU RI tingkat pusat yang menjadi rekapitulator akhir dari rekapitulasi verifikasi faktual mulai dari kabupaten/kota dan provinsi.

Baca Juga  Bupati Way Kanan Giat Safari Ramadhan di Kampung Wonoharjo

Partai Ummat di NTT dan Sulut Sebelumnya, Partai Ummat dinyatakan tidak memenuhi syarat verifikasi faktual di NTT dan Sulawesi Utara.

Di NTT, Partai Ummat hanya memenuhi keanggotaan di 12 kota/kabupaten dari syarat minimal keanggotaan di 17 kabupaten/kota.

Di Sulawesi Utara, Partai Ummat hanya memenuhi keanggotaan di 1 kabupaten dari syarat minimal keanggotaan di 11 kabupaten/kota.

Hal ini membuat partai besutan Amien Rais itu gagal melaju sebagai partai politik peserta Pemilu 2024.puware

Baca Juga  Peringatan Harkitnas ke-118, Pemkab Way Kanan Ajak Generasi Muda Jaga Kedaulatan Bangsa