PUWAREPOS.COM – Ratusan massa melakukan aksi demo di Bunderan Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Sabtu 2 Maret 2024, Aksi massa tersebut meminta Komisi pemilahan umum (KPU) untuk memberikan perhatian kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berhasil menjalankan tugas dalam proses Pemilu serentak pada 14 Februari 2024 lalu.
Selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Suadi Romli yang juga sebagai Ketua Umum LSM Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (PEMATANK) Suadi Romli mengatakan dalam Pemilu serentak 2024 di Provinsi Lampung melibatkan 180.775 anggota KPPS, 7963 orang PPS.
Kemudian 1145 orang PPK, dan 51.650 petugas Linmas serta unsur pengaman lainnya, dengan jumlah DPT sebanyak 6.539.128 orang.
“KPU harus berikan perhatian serius kepada KPPS, karena kami prihatin dan kecewa. Sekarang ini ada kesan yang menyudutkan KPPS dengan berbagai isu, dan tuduhan terkait carut-marutnya proses penghitungan dan rekapitulasi suara di tingkat TPS,”kata Ketum Pematank yang akrab disapa bang Romli.
Lanjutnya, berdasarkan data sejak Pemilu 2019 lalu, di Provinsi Lampung petugas yang korban mencapai lima orang, yakni KPPS empat orang, Linmas satu oranh.
Untuk Pemilu 2024 tercatat 18 orang yang menjadi korban yakni, KPPS 11 orang, PPS 3 orang, PPK 2 orang, dan Linmas dua orang.
“Petugas- petugas itu menjadi korban, karena beban dan kelelahan yang berlebih saat mengawal proses Pemilu,” ungkapnya.
Ia mengatakan aksi demo Pematank ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada KPPS Pemilu.
“Kami menuntut KPU untuk berikan perhatian kepada keluarga anggota KPPS yang meninggal dunia, saat bertugas mengawal Pemilu,” tegasnya.*

Selengkapnya
Kelangkaan Pertalite dan Solar di Way Kanan Dikeluhkan Warga, Harga Eceran Tembus Rp14 Ribu
Pengendalian PMK Diperkuat, Pemprov Lampung Genjot Vaksinasi dan Edukasi Peternak Jelang Iduladha 2026
Pantau Arus Balik Lebaran 1447 H, Polres Way Kanan Himbau Pengguna Jalan dan Sampaikan Layanan 110