BLAMBANGAN UMPU – Meski pemerintah belum menaikkan harga resmi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, masyarakat Kabupaten Way Kanan justru harus membeli BBM tersebut dengan harga jauh lebih mahal di tingkat pengecer.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga Pertalite eceran di sejumlah wilayah di Way Kanan dilaporkan melonjak hingga Rp15.000–Rp16.000 per liter, memicu keluhan masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan tidak tinggal diam menyikapi kondisi tersebut. Mereka meminta Bupati Way Kanan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan normal sehingga masyarakat tidak terus dibebani harga yang melambung.
“Kalau harga resmi tidak naik, seharusnya masyarakat juga tidak membeli dengan harga setinggi ini. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi,” ujar salah seorang warga.
Sementara itu, seorang pengecer BBM yang enggan disebutkan namanya mengaku kenaikan harga terjadi karena pasokan Pertalite dari pengepul semakin sulit diperoleh.
“Kami juga terpaksa menjual lebih mahal. Pasokan dari pengepul susah didapat dan harga belinya sudah tinggi, jadi kami menjual sekitar Rp16 ribu per liter,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan wartawan, lonjakan harga Pertalite eceran tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi hampir merata di berbagai kecamatan di Kabupaten Way Kanan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya biaya transportasi hingga harga kebutuhan pokok masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi dan mencari penyebab kelangkaan pasokan di lapangan, sehingga harga Pertalite dapat kembali sesuai ketentuan dan tidak semakin membebani warga.(eng)

Selengkapnya
DPR RI Soroti Kasus Hartono, Komisi III Minta Hentikan Proses Hukum Dugaan Penimbunan Pertalite di Way Kanan
Tambang Emas Ilegal di Way Kanan Kian Merajalela, Warga Pertanyakan Ketegasan APH
Ironis! Pernah Jadi Kebanggaan, Kini Kafe Pelangi Way Kanan Sepi dan Tak Terawat