BLAMBANGAN UMPU – Rasa aman masyarakat di Kabupaten Way Kanan disebut mulai terusik. Di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin sulit, warga kini dihadapkan pada kekhawatiran lain, yakni dugaan maraknya aksi pembegalan dan pencurian sepeda motor (R2) yang disebut-sebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Informasi yang beredar di media sosial, khususnya Facebook, menyebutkan sejumlah dugaan aksi pembegalan terjadi di wilayah Kampung Baratayuda, Kecamatan Negeri Batin, serta beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Way Kanan. Bahkan, warga mengaku pelaku tak lagi segan beraksi pada siang hari.
Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Para orang tua yang setiap hari mengantar maupun melepas anak-anak mereka berangkat ke sekolah mengaku waswas. Mereka khawatir para pelajar menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan saat melintas di jalan yang sepi.
“Kalau memang benar aksi begal semakin sering terjadi, tentu ini sangat meresahkan. Kami berharap aparat segera bertindak agar masyarakat kembali merasa aman,” ujar salah seorang warga yang turut menyampaikan keresahannya melalui media sosial.
Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya pihak kepolisian, dapat meningkatkan patroli serta membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku kejahatan. Langkah tersebut dinilai penting guna memberikan rasa aman dan mencegah aksi kriminalitas semakin meluas.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai dugaan aksi pembegalan tersebut masih berkembang di tengah masyarakat dan media sosial. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah maupun kronologi kejadian yang beredar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui atau menjadi korban tindak kriminal.(eng)

Selengkapnya
Kenaikan PBB Tuai Protes, Warga Blambangan Umpu Nilai NJOP Tak Sesuai Kondisi Lapangan
DPR RI Soroti Kasus Hartono, Komisi III Minta Hentikan Proses Hukum Dugaan Penimbunan Pertalite di Way Kanan
Tambang Emas Ilegal di Way Kanan Kian Merajalela, Warga Pertanyakan Ketegasan APH